kejadian itu berkisar 1 tahun yang lalu, waktu itu aku yang lebih akrab dipanggil Andi mengalami sebuah kisah yang sangat luar biasa mengguncang hidupku sedih sampai sekarang. Walau semua yang kuinginkan tercapai tapi rasa duka itu masih ada.
Saat ini aku duduk di bangku SMA kelas 12 IPA 2, sahabat-sahabatku Zami, Roni dan Rian sudah mengetahui kejadian yang telah kualami.
Siang itu aku sedang duduk dibangku sekolah. Waktu itu Mei adik kelasku duduk disebelahku bersama teman-temannya. Nah, siang itu aku beruntung banget bertemu dia, soalnya aku butuh sekali orang seperti Mei yang gampang banget bergaul dengan siapa saja untuk gabung dengan genk ku.
Sambil mengipas-ngipas kegerahan aku bertanya.
“Hai, nama kamu Mei kan?
“Eh, Kak Andi, iya kita kan sebelumnya pernah kenalan,” Mei menoleh.
“Gini yah, kamu mau gak bergabung dengan genk kakak, kata Andi dengan ragu-ragu.
“Wah masa sih, yang bener aja
“Bener, serius kok, ehm tapi kalau kamu gak mau juga tidak apa-apa kok.
“Ya udah, biar aku pikir-pikir dulu yah kak.
Udah gabung aja dengan genknya Kak Andi, ucap Rita salah satu temannya Mei. Iya tuh temennya juga ngedukung, dalam hati aku berharap banget Mei mau menerima ajakanku. Tapi semuanya tergantung Mei aku tak dapat memaksakan kehendakku. Akupun lalu berdiri.
Mei, kakak pergi duluan yah besok Kak Andi tunggu keputusan kamu. Ok bozz Titi DJ yah, ucap Mei. Andi pun pergi dan buru-buru dia menuju kekelasnya, disana kebetulan sekali Zami, Roni, Rian teman-temannya Andi sedang berkumpul. Hey Zam, Ron, Yan aku sudah bicara dengan si Mei untuk gabung dengan genk kita.
Terus-terus jawaban si Mei apaan tuch, sela Zami antusias. Dia masih pikir-pikir sih tapi aku yakin dia bakalan mau, jawab Andi pede. Eh elo, kirain gue dia dah setuju, roni berkata kecewa
Keesokannya aku datang ke kelas Mei. Akupun lalu berbincang-bincang dengan Mei. Mei kaalu kamu gabung dengan kelompok kita dijamin gak bakalan dibawa pada hal-hal negatif, kata Andi. Mei pun waktu itu menerima ajakanku dan entah kenapa didalam hatiku terbersit sebuah perasaan yang tak bisa ditafsirkan .
Oh, iya kapan nich aku dikenalin sama semua temannya Kak Andi,” kata Mei
Tenang aza Mei, Ntar pulang sekolah kita-kita ada acara buat latihan band, kamu ikut yach sekalian kenalan dengan mereka. Ok, ok bisa diatur, kata Mei.
Detik berganti dengan menit, menit berganti dengan jam dan tak lam kemudian bel tanda bubar belajaranpun berbunyi, saat itu didepan kelas Mei. Andi, Zami, Roni, dan Rian telah menunggunya. Mei pun cepat-cepat keluardari kelasnya.
Entah kenapa saat itu hati Mei setelah melihat Andi serasa deg-degan padahal Mei tak ada sedikitpun niat masuk ke genk itu untuk bisa lebih dekat dengan Andi.
Ohhhh, jadi ini yang namanya Mei, kayaknya orangnya ramah, baik hati dan juga tidak sombong,” kata Zami sedikit ngehumor.
Kayaknya emang gitu dech, tegas Rian.
Udah-udah mendingan sekarang kita langsung aza latihan yuk, ujar Andi.
Disepanjang perjalanan menuju studio hati Mei merasa tidak enak soalnya semua anggota genk itu laki-laki sedangkan ia perempuan.
Mei kamu kenapa, kayaknya kamu gelisah banget. Andi berucap karena merasa ada yang aneh dengan Mei.
Enggak tidak apa-apa kok, mungkin aku agak sedikit canggung soalnya kaliankan teman baru aku.
Akhirnya Andi, Roni, Rian, Zamri dan Mei telah sampai di studio. Merekapun memulai latihan dengan membawakan lagu-lagu yang sedikit ngerock, disana Mei hanya menonton karena dia merasa tidak tahu apa yang hrus dilakukannya.
Setelah sebulan bergabung dengan genknya Andi, Mei merasa banyak sekali muncul gosip tentang kedekatan hubungannya dengan Andi, padahal sebenarnya mereka hanya teman biasa. Itulah dasar orang-orang melihat kedekatan hubungan pertemanan mereka sedikit saja disangkanya ada hubungan khusus.
Tapi gosip itu akhirnya makin hari makin menyurut karena Mei tiba-tiba saja dekat denga seseorang yang bernama Doni yang masih juga teman dekat Andi.
Sebenarnya hati Mei merasa sedih saat Andi mulai ngecomblangin dia dengan Doni. Pupus sudah harapan Mei yang ingin memiliki hubungan khusus dengan Andi. Padahal dalam hati Andipun sama, merasa tidak rela tentang kedekatan Mei dan Doni. Tapi Andi harus merelakannya karena tersimpan sebuah rahasia besar yang tidak diketahui oleh siapapun tentang diri Doni kecuali Andi. Sebenarnya Doni mengidap penyakit yang sangat berbahaya sehingga kesempatan untuk mejalani kehidupannya sangat tipis.
Keinginan terakhir Doni untuk ingin lebih dekat dengan Mei telah tercapai. Setelah beberapa minggu hubungan Mei dan Doni berjalan entah kenapa Mei merasa jauh sekali dengan Andi dan teman-temannya. Mei pun tak sanggup menahan penasarannya. Tiba-tiba suatu hari Mei dan Andi berpapasan di aula sekolah.
Mei mau kemana nich,” sapa Andi.
Mau ke Perpus ngembaliin buku,” oh iya kak, kapan nich mo ngumpul bareng lagi.
Kayaknya minggu-minggu ini gak bisa deh, buy the way gimana hubunganmu dengan sang pangeran alias Doni? ..
Ah gitu dech, mo tau aja.
Tiba-tiba HP Mei berbunyi ketika selang beberapa detik Mei menangis.
“Mei kamu kenapa, kata Andi panik.
“Kak Andi, Kak Doni …… Kak Doni ada di rumah sakit jawab Mei lirih.
“Ya udah sekarang kamu cepet kerumah sakit biar aku antar.
Setelah tiba di rumah sakit Mei pun cepat-cepat menuju ruangan Doni disana Doni terbaring tak berdaya.
“Kak Doni apa yang terjadi, kenapa Kak Doni terbaring seperti ini.
“Mei sebenarnya aku sudah lama mengidap penyakit leukiamia, dan sepertinya sekarang sudah tiba waktunya aku pergi, ucap Doni lirih.
Enggak, itu tidak boleh terjadi, Kak Doni tidak boleh pergi ninggalin aku, please Kak Doni demi Mei.
Mei, masih ada lelaki yang sehat untuk dapat menyayangimu lebih dari aku.
Tapi Kak, yang Mei harapkan untuk ada disampingku kini adalah Kak Doni, jadi Kak Doni harus tetap semangat hidup demi Mei dan juga orang-orang yang menyayagi Kak Doni.
Mei sebenarnya ada orang yang benar-benar menyayangimu dengan sepenuh hati, dia adalah Andi. Ndi kami tidak boleh menyangkal perasaanmu, Andi kamu harus berjanji untuk menjaga Mei sepenuh hatimu. Andi hanya mengangguk tunduk. Kemudian dia berkata, tapi Don kamu pasti sembuh.
Tiba-tiba saja saat itu Doni menghembuskan nafas terakhirnya.
“Kak Doni …………… jerit Mei.
Saat itu Mei menangis tak karuan seluruh orang yang ada diruangan Doni tak kuasa membendung air mata.
Sebulan sesudah kepergian Doni, Mei masih saja melihat terlihat murung dan sedih. Saat itu Andi terus-menerus menghibur Mei. Tak satupun waktu yang dilewatkan untuk menghibur Mei.
Detik berganti dengan menit, menit berganti dengan jam dan jam pun berganti dengan hari. Dari minggu ke minggu, bulan ke bulan, akhirnya Mei dapat berangsur-angsur ceria kembali, tapi satu yang masih ada dalam hatinya Doni tak akan hilang dari hidupnya.
“Mei, Kak Andi ingin ngomong sesuatu nich.
“Kalo mo ngomong, ngomong aza lagi, ehm by the way mo ngomong kayaknya serius amat.!!
“Mei, sebetulnya aku sangat sayang ma kamu, kamu mau kan jadi sahabat hatiku.
Mei tiba-tiba diam membisu seribu bahasa. Tak ada satu kata pun yang terucap dari mulutnya.
Mei please, aku janji gak bakal ngecewain kamu.
Tiba-tiba Mei beranjak dari tempat duduknya dan dia berlalu sambil menganggukan kepala dan tersenyum, tanda bahwa dia telah menjawab semua kegundahan Andi.